20 Tahun mengabdi


Padi semakin berisi semakin menunduk , Semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpa. Begitu lah kira kira pribahasa yang menunjukkan bahwa , semakin tua seseorang , maka seharus nya semakin bijak dan semakin kuat untuk mengatasi persoalan hidup. Tak terasa besok adalah hari ulang tahun saya. Banyak sekali hal yang terjadi di usia remaja. Tak terasa saya akan meninggalkan status "teenager" dan mulai menjadi orang "dewasa". Bicara soal dewasa, akhir akhir ini saya sering berfikir tentang jati diri dan sikap bijak yang seharus nya di miliki oleh orang yang sudah dewasa. tak jarang saya merenung memikir kan hidup dan meng-introspeksi diri sendiri. Banyak pertanyaan yang terlontar dalam benak saya pribadi. Siapa kah saya? Bagaimana Saya? dan mau jadi apa saya? Hmmm... dan masih banyak lagi pertanyaan yang belum bisa saya jawab sendiri. Suatu hari saya pernah merenung, memikir kan tentang bangsa ini. bangsa dan negara yang saya tempati dan memelihara saya sampai sekarang. Saya berfikir , apakah yang sudah saya berikan untuk bangsa dan negara ini?.Sungguh suatu pertanyaan yang aneh tapi penting karena saya adalah salah satu penduduk negeri ini , sudah sepatut nya saya menyumbang sesuatu untuk negeri ini , memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Minimal menjadi warga negara yang baik dan teladan.
Saat sedikit sekali orang yang memiliki jiwa nasionalisme, saya bersyukur walaupun hanya di beri sedikit rasa nasionalis dan prihatin terhadap negeri ini. di mana sebagian besar orang hanya memikir kan perut dan dompet mereka. Saya berharap walaupun sedikit , tapi menjadi orang yang berguna untuk bangsa dan negara yang saya cintai ini. Indonesia.
Di penghujung masa remaja ini . tak lupa saya berterima kasih untuk keluarga saya , yang telah mendidik saya hingga menjadi seperti sekarang. khusus nya ibu saya , yang telah merawat saya dari bayi dan tak pernah menyerah melakukan hal yang terbaik untuk keluarga. terima kasih ibu dan ayah. yang telah memberikan yang terbaik untuk saya. saya sayang kalian, dan juga adik adik saya.
Tak terasa menit menit berlalu untuk menulis lembar lembar kehidupan. rasa syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang sampai saat ini masih mengizinkan saya bernafas , untuk sedikit menceritakan bagaimana perasaan saya saat ini. Tentu nya banyak sekali pengalaman hidup yang saya rasakan, asam garam yang tak dapat di hindari lagi dalam kehidupan. Rasa lelah, gelisah, sedih , murung sudah pasti pernah saya rasakan , juga kebahagiaan, canda, tawa, suka, dan duka pun pernah saya alami. Saya bersyukur bisa merasakan itu semua, dan menyenangkan bisa memetik pelajaran dari setiap kejadian.
Namun di antara itu semua, ada sebuah hal yang masih menjadi abu abu. Hal yang masih menjadi misteri yang sampai saat ini saya rindukan.
Adalah Cinta. Hubungan antar kekasih yang sah. Kekasih yang saling mencintai dan menyayangi.
Jujur saja, saya sangat mendambakan hal itu. Mungkin Cinta masih malu malu mampir di hidup saya. jika saya curahkan semua, mungkin akan banyak sekali kata mungkin yang akan terucap.
Mungkin...
Sudah lebih dari 3 Tahun tak ada yang absolute. Tak ada komitmen yang transparant. Tak ada status yang membanggakan.
entah saya harus tertawa atau menangis. senang atau sedih. bangga atau kecewa.
ini lah yang saya alami di penghujung muda.
Sudah saya bilang akan banyak kata mungkin yang tercipta. Mungkin...

Comments