Pengabdi senja



Pengabdi senja


Dia berlari menggenggam sebatang permen lolipop ditangannya, dia tak memperdulikan gerimis yang turun sore itu, di wajahnya hanya ada raut kebahagiaan.. senyuman-nya.. mampu mengalahkan dingin yang menyelimuti senja yang kelabu. Dengan rok abu-abu panjangnya dia terlihat seperti anak kecil yang manja, menggendong tas sekolah berwarna hitam yang berisi botol minuman disebelahnya. Dalam  basah rintik hujan, dibawah langit sore yang mendung, kita berdua seakan menemukan kebagaiaan yang kita buat bersama.

BEL SEKOLAH..
 Entah sudah berapa hari yang gw lalui setelah hari itu, hari perpisahan sekolah yang penuh kenangan. Gak terasa matahari sudah pada tempat tertingginya, memaksa gw harus beranjak dari tempat tidur yang nyaman ini. Ah.. seandainya gw masih sekolah, mungkin siang ini gw sedang dikantin bersama teman-teman, Ngobrolin banyak hal.. dari yang penting.. sampai yang ga penting, Ngelgwin banyak hal dari yang seru sampai yang ga jelas. Tapi siang ini… keadaan semakin membosankan, seiring kalender yang semakin tipis, dan kantong yang tiap hari berharap dapet subsidi. Entah sudah berapa banyak lamaran kerja yang gw kirim lewat e-mail, pos, ataupun nitip teman, belum ada satupun telefon yang membuat sureprize and give me reason to life. Tapi.. itu semua bukan menjadi penghalang bagi diri gw untuk mandi dan membuat semangkuk mie instan yang bikin gw tambah semangat lagi. ya iyalah walaupun pengangguran tapi bukan berarti gw harus berjamur dikamar nunggu panggilan kerja. Beginilah hidup gw sekarang, menanti dan terus menanti datangnya kabar panggilan interview kerja, sambil sesekali keluar rumah untuk bertemu teman seperjuangan.
Sore itu gw memandang langit yang cerah, duduk duduk di teras rumah sambil memainkan gadget gw, tiba-tiba ada panggilan masuk dari teman gw, namanya doli, teman yang gw kenal sejak kelas satu smk..
“Woi Ga, lagi ngapain lo?” saut doli yang dengan logat bataknya bikin kuping gw agak pengang.
“Lagi duduk duduk aja dol sambil main hp, kenapa?”
“Ngga kenapa napa, main lah sini ke rumah, gw sama magy mau nongkrong ke Net deket rumah”  saut suaranya yang mulai santai.
“Yaudah gw ke rumah lw abis magrib” Gw membalas ajakan dengan suara agak malas.
“Yaudah gw tunggu, tar gw beliin rokok”
“Oke..” Langsung gw tutup dengan kalimat singkat.

Hmmm.. sebenernya gw agak malas untuk berangkat nanti, karna setiap ngumpul bahasannya itu itu aja, kalau ngga Game ya Perempuan. Tapi mau bagaimana lagi, daripada gw dirumah terus ga ada kerjaan, mendingan gw keluar sama temen temen gw, melgwkan hal hal yang… kurang kerjaan.. hee..
Sore pun mulai berganti malam. gw bersama dua orang teman yang konyol itu menghabiskan waktu dengan candaan, guyonan, dan sesekali diam diaman karna kehabisan bahan buat di obrolin, lalu masing masing dari kita mulai sibuk dengan gadgetnya masing masing. Sampai tiba tiba magy berkata dengan suara keras.

“Anjir..!”
“Kenapa meh..” Doli menyaut
“Ga, Sini coba liat..” magy manggil gw sambil menunjukkan gadgetnya yang terpajang sebuah gambar
“Hah… ini serius nih?” Gw shock melihat gambar itu.
“Iya cuk..” magy mencoba  meyakinkan gw.
“Nah kan firasat gw bener, emang Sinta itu akhir akhir ini sering upload foto jalan jalan jauh, tapi anehnya dia Cuma sendiri di foto itu.” Tiba tiba doly berkata yang membuat perasaan gw tambah ngga enak.
“Hmm..” Gw mencoba berfikir apa yang sebenernya terjadi.

Sinta adalah seorang perempuan yang gw kenal saat gw kelas dua Smk dulu, dan menjadi pacar gw saat kita berdua mulai duduk di bangku kelas tiga. Kita berdua mengambil jurusan yang berbeda, gw jurusan Teknik Informatika sedangkan dia jurusan Perhotelan. Sejak lulus sekolah, kita berdua jadi jarang bertemu, kadang seminggu sekali atau bisa 3 minggu sekali. Secara, setelah lulus, dia langsung mendapatkan tawaran kerja di hotel tempat dia magang dulu. Bisa dibilang dia cukup beruntung mendapatkan tempat kerja yang bagus didaerah pusat kota. Berbeda dengan gw yang hari ini masih menunggu panggilan kerja. Kadang saat bertemu, gw hanya sebatas mengantarnya ke tempat kerja, atau menjemputnya jika dia sedang tidak membawa kendaraan. Hubungan kami akhir akhir ini memang agak merenggang, lebih sering berbalas pesan lewat handphone atau menelpon nya saat dia punya waktu senggang. Rasa curiga itu muncul saat dia sering meng upload foto foto bersama teman temannya yang juga ada laki lakinya disana. Setiap gw bertanya, dia hanya menjawab bahwa itu teman teman kerjanya. dan mengalihkan pembicaraan seakan tak ingin membahas tentang itu. Namun kini, semua curiga itu pecah sepeti balon yang penuh terisi air. Saat gw melihat beberapa gambar seorang laki laki yang berfoto begitu dekat dengannya sampai merangkul pundaknya. Malam itu.. setelah gw pamit dan pulang kerumah, terbayang rasa cemburu, curiga, dan marah menjadi satu, yang seolah olah ingin meledak seperti balon yang penuh terisi air. Malam itu gw mencoba untuk menunggu waktu yang pas untuk menghubunginya. Karna gw ga mau mengganggu dia yang hari ini sedang shift malam, sesekali gw melamun, memikirkan masa masa indah dulu saat kita menghabiskan waktu bersama di bawah pohon dekat lorong sekolah. “Tik.. tik.. tik..” Bunyi jam yang berdetik seakan membakar kenangan indah itu menjadi amarah. Ya.. malam itu seperti mimpi buruk yang selama ini ga pernah gw bayangin. Sesekali gw melihat jam dan melihat pesan yang telah gw kirim padanya sejam yang lalu, “Kmu udah sampe rumah belum nta?” Pesan itu gw baca berulang ulang karna gw ga mau melewatkan balasan pesannya yang sangat gw nanti nanti malam itu. “Ting!!..” akhirnya balasannya pun tiba, dan merubah raut wajah gw menjadi semakin kecewa saat gw baca pesan balasannya yang tertulis

“Udah, hari ini aku capeeeekk banget ga, aku mau langsung istirahat“.
“Boleh aku nelfon sebentar ngga..?” Gw membalas pesannya.
sekitar 10 menit gw menunggu, sambil mencoba sabar yang kayanya terlalu naif untuk bisa sabar.
“ya bolehlah angga ku sayang, kmu kangen ya? J” isi pesan sinta yang membuat gw sedikit kesal.
Tak menunggu lama gw pun langsung menelfonnya.

“Halo… nta, kamu udah beres beres?” Gw berbasa basi.
“iya… udah angga, hmm… kenapa? kamu mau ngomong apa sayang?” Lirih suaranya pelan.
“Boleh ngga malam ini kita ketemu? aku kerumah kamu, mau ngomong sesatu yang penting” suara gw yang tenang menahan marah.
“Mau ngomong apa sih? Kenapa ga sekarang aja, kenapa harus kerumah? Sekarang udah mau jam 12, aku ngga enak sama mamah”
“Ngga nta… ngga bisa lewat telefon, aku mau ngomong langsung sama kamu” suara gw yang mulai tegas.
“yaudah besok aja, besok aku libur kok… jangan sekarang deh, aku capek mau istirahat” Dia menjawab seolah olah punya firasat buruk.
“yaudah besok aku kerumah kamu sore, jam tiga..” Gw menjawab dengan nada sedikit kesal.
“Oke… Emang mau ngomong apa sih…” jawab suaranya serak serak basah.
“Ini tentang hubungan kita…” Gw menjawab.
“Hmm… yaudah sampai ketemu besok… aku mau istirahat, kamu jangan tidur larut ya…” dan setelah itu telepon ditutup.

Bersambung...

Comments